Beranda / Ekonomi / BBM Sempat Langka di Bali, Pertamina Minta Maaf dan Janji Tak Terulang

BBM Sempat Langka di Bali, Pertamina Minta Maaf dan Janji Tak Terulang

Sumber Foto: BBC NEWS Indonesia

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir sempat memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan berjanji akan mencegah kejadian serupa terulang.

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kelangkaan BBM di Bali berkaitan dengan kedatangan kapal pengangkut BBM dari Jawa. Kondisi distribusi tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti dalam penanganan persoalan pasokan BBM di Pulau Dewata.

Sementara itu, SINDOnews juga melaporkan bahwa Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf atas kelangkaan BBM yang terjadi di Bali. Pertamina turut menyatakan komitmennya untuk memperbaiki pelayanan dan memastikan pasokan BBM kepada masyarakat tetap terjaga.

Dalam pemberitaannya, ANTARA News menyebut Simon berjanji kelangkaan BBM tersebut tidak akan terulang. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat koordinasi penanganan BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, pada Senin (19/10/2026).

ANTARA juga melaporkan bahwa antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU Bali telah berkurang secara signifikan. Kondisi di Denpasar dan Kabupaten Badung bahkan disebut telah kembali normal.

Untuk mengendalikan antrean, Pemerintah Provinsi Bali menerapkan kebijakan ganjil genap nomor polisi untuk pembelian BBM jenis Pertalite. Kebijakan yang semula berlaku pada 17–19 Oktober 2026 tersebut kemudian diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 dan akan terus dievaluasi.

Pertamina juga menambah pasokan BBM, termasuk Pertalite bersubsidi dan Pertamax nonsubsidi. Menurut data yang disampaikan Pertamina kepada ANTARA, konsumsi Pertalite di Bali yang biasanya sekitar 2.200 kiloliter per hari meningkat menjadi sekitar 3.000 kiloliter per hari selama periode antrean panjang.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kelancaran distribusi dan kesiapan pasokan BBM, terutama di wilayah yang bergantung pada pengiriman antarpulau. Komitmen Pertamina untuk mencegah kejadian serupa pun menjadi perhatian masyarakat, agar kebutuhan energi tetap terpenuhi dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Menurut kamu, apa yang perlu dibenahi agar kelangkaan BBM seperti yang terjadi di Bali tidak terulang lagi? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan bagikan informasi ini agar semakin banyak yang tahu!



Sumber:

Kompas.com: https://denpasar.kompas.com/read/2026/10/19/162641778/bahlil-sebut-bbm-sempat-langka-di-bali-karena-kapal-dari-jawa-datang
SINDO News: https://ekbis.sindonews.com/read/1762327/34/janji-dirut-pertamina-dan-dan-permintaan-maaf-usai-bbm-langka-di-bali-1792408239/5
ANTARA News: https://www.antaranews.com/berita/5796505/dirut-pertamina-janji-kelangkaan-bbm-di-bali-tidak-terjadi-lagi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru