Beranda / Nasional / Pemerataan Akses Transportasi PT KAI Anggarkan Rp 11 Triliun Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar

Pemerataan Akses Transportasi PT KAI Anggarkan Rp 11 Triliun Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar

PT KAI Siapkan Rp 11 Triliun Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumbar

Aksa Waves, Nasional – PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi memulai langkah strategis untuk melakukan reaktivasi jalur kereta api yang telah lama mati di wilayah Sumatera Barat. Langkah besar ini diambil guna menindaklanjuti arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mendorong pemerataan akses serta peningkatan kualitas layanan transportasi publik berbasis rel di seluruh pelosok Indonesia.Dalam pelaksanaan proyek infrastruktur ini, nilai investasi yang digelontorkan terbilang sangat fantastis. Pemerintah bersama PT KAI menyiapkan alokasi anggaran mencapai Rp 11 triliun untuk menghidupkan kembali jaringan rel kereta api yang beroperasi di kawasan Sumatera Barat.

Komitmen Pemerintah Hadirkan Moda Transportasi Inklusif

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan bahwa ketersediaan sarana transportasi publik yang memadai merupakan hak seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali. Langkah reaktivasi ini diharapkan mampu menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama yang aman, efisien, dan terjangkau bagi publik.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Dony Oskaria saat menghadiri acara Pencanangan Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumbar yang berlokasi di Stasiun Kereta Api Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

"Pemerintah berkomitmen transportasi publik harus ditingkatkan kualitasnya dan begitu juga aksesnya,"

Ia menambahkan bahwa kebijakan percepatan reaktivasi ini tidak hanya berfokus di Sumatera Barat saja, melainkan akan diimplementasikan secara bertahap ke berbagai wilayah Indonesia lainnya yang membutuhkan pengembangan jaringan rel.

"Ini sejalan dengan harapan Presiden Prabowo, yaitu terjadi peningkatan kualitas transportasi publik di seluruh wilayah Indonesia," -tambahnya menyinggung visi besar pemerataan pembangunan.

Ketimpangan Panjang Rel dan Solusi Reaktivasi

Upaya meremajakan kembali jalur rel di luar Pulau Jawa dipandang sangat mendesak. Saat ini, panjang jalur kereta api aktif di Pulau Jawa telah menembus angka 7.000 kilometer. Sebaliknya, total panjang rel aktif di luar Pulau Jawa masih berada di bawah 1.000 kilometer, padahal proporsi populasi penduduk antara Jawa dan luar Jawa relatif seimbang.

Khusus untuk Pulau Sumatera, panjang rel aktif saat ini berada di kisaran 900 kilometer. Wilayah Sumatera Barat sendiri baru mengoperasikan rel aktif sepanjang 84 kilometer, dari yang semula memiliki total potensi lintasan mencapai 280 kilometer.

Meski demikian, pelaksanaan reaktivasi ini menghadapi tantangan tersendiri di lapangan, seperti banyaknya permukiman warga yang telah dibangun di atas sempadan rel. Oleh karena itu, Dony meminta pemerintah daerah setempat aktif membantu proses sosialisasi kepada masyarakat agar pengerjaan berjalan kondusif.

Target Pelaksanaan dan Rencana Tahap Pertama

Proyek reaktivasi tahap pertama di Sumatera Barat direncanakan bakal menyasar rute Kayu Tanam menuju Padang Panjang dengan panjang lintasan mencapai 15,3 kilometer. Pelaksanaan fisik pengerjaan rute ini dijadwalkan mulai bergulir pada awal tahun 2027 mendatang, tepat setelah seluruh rangkaian studi komprehensif dan kajian teknis selesai dilakukan.

Secara keseluruhan, proyek reaktivasi jaringan kereta api bernilai Rp 11 triliun ini ditargetkan rampung sepenuhnya dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan.

"Tantangan dalam reaktivasi jalur kereta api di Sumbar yaitu banyak rumah yang dibangun di jalur rel kereta api. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dapat membantu menyosialisasikan kepada masyarakat agar reaktivasi dapat berjalan lancar," -ujar Dony menjelaskan kendala tata ruang di lapangan.

Baca juga:
https://artikel.corelab.web.id/2026/10/bbm-sempat-langka-di-bali-pertamina-minta-maaf-dan-janji-tak-terulang/ 

Melalui reaktivasi rel ini, mobilitas masyarakat Sumatera Barat diharapkan semakin mudah serta membuka keterisolasian daerah melalui kehadiran moda transportasi massal yang andal.

Sumber: MerahPutih.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru