Beranda / Nasional / Ribuan Titik Api Picu Kabut Asap Pekat di Palangka Raya, Warga Terdampak ISPA Melonjak

Ribuan Titik Api Picu Kabut Asap Pekat di Palangka Raya, Warga Terdampak ISPA Melonjak

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan kabut asap pekat mengepung Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (24/10/2026), hingga memangkas jarak pandang warga sampai 100 meter. (Sumber Foto: ANTARA)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu terakhir, menyebabkan kualitas udara di Kota Palangka Raya memburuk tajam akibat paparan kabut asap pekat yang menyelimuti pemukiman warga dan ruas-ruas jalan utama.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dilansir detikNews, tercatat lebih dari 19 ribu titik panas (hotspot) karhutla tersebar di seluruh Indonesia. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot terbanyak, yakni mencapai 13.297 titik panas dengan luas area yang terbakar mencapai 25.942 hektare.

Dampak buruk karhutla ini turut dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Kementerian Kesehatan melalui CNN Indonesia mengungkapkan bahwa jumlah pasien yang harus dirawat di rumah sakit wilayah Kalimantan Tengah melonjak hingga tiga kali lipat akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan masalah kesehatan lainnya.

Kompas.com melaporkan bahwa total luas lahan karhutla yang masih dalam proses penanganan pemadaman di tiga provinsi wilayah Kalimantan mencapai 18.973 hektare, di mana Kalimantan Tengah mencatatkan area terdampak paling luas. BNPB bersama tim gabungan terus memfokuskan upaya pemadaman darat dan udara, termasuk menjalankan operasi modifikasi cuaca.

ANTARA News turut melaporkan bahwa pekatnya kabut asap di Kota Palangka Raya telah mengganggu jarak pandang kendaraan serta menghambat aktivitas luar ruangan warga sehari-hari. Kondisi iklim yang kering serta tiupan angin kencang mempercepat penyebaran titik api di wilayah pemukiman sekitar dan kawasan lahan gambut.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Daerah bersama Kementerian Kesehatan memperkuat penyediaan armada bus oksigen dan rumah oksigen di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan pertolongan medis cepat bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Selain itu, ribuan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, serta relawan dikerahkan langsung ke lokasi titik api. Namun, proses pemadaman di lapangan masih menghadapi tantangan berat akibat sulitnya ketersediaan sumber air dan medan tanah gambut yang sangat dalam.

Gimana kondisi udara di daerahmu saat ini, Wavers? Tulis di kolom komentar, ya!

 

Sumber Berita:

detikNews: https://news.detik.com/berita/d-8722849/bnpb-deteksi-19-ribu-hotspot-karhutla-di-ri-terbanyak-kalteng

CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20261024192336-20-1419264/jumlah-pasien-masuk-rs-di-kalteng-naik-3-kali-lipat-di-tengah-karhutla

Kompas.com: https://nasional.kompas.com/read/2026/10/23/19132651/karhutla-di-3-provinsi-kalimantan-capai-18973-hektar-terluas-di-kalteng

ANTARA News: https://kalteng.antaranews.com/berita/847335/asap-pekat-karhutla-selimuti-kota-palangka-raya

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru