Beranda / Nasional / Gelombang Unjuk Rasa Sumpah Pemuda 2026: Ribuan Mahasiswa dan Warga Turun ke Jalan Evaluasi 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Gelombang Unjuk Rasa Sumpah Pemuda 2026: Ribuan Mahasiswa dan Warga Turun ke Jalan Evaluasi 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Massa unjuk rasa membawa bendera di kawasan Bundaran HI, Jakarta

JAKARTA, AKSA WAVES — Unjuk rasa Sumpah Pemuda 2026 berlangsung serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu, 28 Oktober 2026. Aliansi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) memotori aksi berskala nasional ini. Aliansi tersebut menghimpun BEM UI, KM ITB, BEM Unpad, BEM Undip, dan BEM UNNES. Selain itu, SM UGM, BEM UPN "Veteran" Yogyakarta, BEM Unair, dan EM Universitas Brawijaya turut bergabung.

Menurut unggahan Instagram @narasinewsroom, aksi ini menjadi panggung evaluasi kritis terhadap pemerintah. Momentum tersebut bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sementara itu, Tempo.co melaporkan bahwa Komite Sadar menggelar aksi untuk menagih janji politik dalam Asta Cita. Komite ini juga menyoroti amanat Pembukaan UUD 1945 tentang perlindungan rakyat dan kesejahteraan umum.

5 Tuntutan Unjuk Rasa Sumpah Pemuda 2026

Menurut @narasinewsroom dan Tempo.co, massa membawa lima tuntutan utama sebagai fokus evaluasi pemerintah:

1. Bencana Nasional Karhutla: Massa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk karhutla di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Selain itu, mereka menuntut pengadilan bagi korporasi yang merusak lingkungan dan penyelesaian One Map Policy.

2. Evaluasi Anggaran Populis: Massa menuntut penghentian pemborosan APBN pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam tuntutannya, mereka menyoroti alokasi MBG sebesar Rp240 triliun pada RAPBN 2027, atau 29% anggaran pendidikan.

3. Pendidikan dan Akses Layanan Dasar: Massa mendesak penurunan biaya pendidikan tinggi menjelang revisi UU Sisdiknas. Mereka juga meminta perbaikan fasilitas puskesmas, akses air bersih, serta pembukaan lapangan kerja berkualitas.

4. Pemberantasan KKN dan Reformasi Hukum: Massa menolak penggunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan dan pelanggengan praktik KKN. Selain itu, mereka meminta partisipasi publik yang bermakna.

5. Kebebasan Sipil dan Stop Militerisasi: Massa meminta pemulihan kebebasan berekspresi serta pengusutan pelanggaran HAM berat. Mereka juga menuntut penuntasan kasus kekerasan aparat terhadap warga sipil dan aktivis.

Kronologi Unjuk Rasa Sumpah Pemuda 2026 di Jakarta

Menurut BBC News Indonesia, sebanyak 53 elemen massa memadati tiga titik utama dalam unjuk rasa Sumpah Pemuda 2026 di Jakarta. Titik tersebut meliputi Jalan Medan Merdeka Selatan, Bundaran HI, dan Gedung DPR/MPR RI. Sementara itu, Polda Metro Jaya mengonfirmasi pengerahan 14.324 personel gabungan TNI-Polri untuk mengamankan 77 aktivitas masyarakat hari itu.

Sore Hari (14.00 – 15.00 WIB)

Massa merangsek ke tepi kolam Bundaran HI untuk membentangkan spanduk. Spanduk itu bertuliskan "All Eyes on Karhutla" dan "Prabowo-Gibran Gagal Total". Namun, barikade ketat aparat TNI-Polri menahan sebagian kelompok mahasiswa lainnya di depan Gedung UOB.

Simbol Perlawanan Three-Finger Salute

Mahasiswa juga mempopulerkan simbol tiga jari (three-finger salute) dalam aksi ini. Menurut BEM UI, The Hunger Games dan Revolusi Prancis mengilhami simbol tersebut. Simbol itu membawa nilai liberté (kebebasan), égalité (kesetaraan), dan fraternité (persaudaraan). Dengan demikian, simbol tiga jari menjadi bagian dari identitas aktivisme sipil mereka.

Malam Hari (18.00 – 19.00 WIB)

Pada malam hari, situasi memanas ketika polisi menggunakan helm, tameng, dan barikade untuk mendorong massa keluar dari Bundaran HI. Selanjutnya, polisi melepaskan gas air mata ke arah demonstran. Sekitar pukul 19.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Massa dan aparat kemudian perlahan meninggalkan lokasi.

Unjuk Rasa Sumpah Pemuda 2026 di Berbagai Daerah

Unjuk rasa Sumpah Pemuda 2026 juga meluas ke berbagai daerah. Menurut @narasinewsroom dan BBC News Indonesia, massa membawa tuntutan evaluasi dua tahun kepemimpinan pemerintah.

Yogyakarta & Solo

Massa di Yogyakarta memadati kawasan Kantor Kepatihan, Malioboro. Dalam aksi itu, muncul imbauan melepas jaket almamater agar gerakan mewakili seluruh elemen rakyat. Sementara itu, BEM Solo Raya menggelar aksi "Rakyat Surakarta Berikrar" di Jalan Slamet Riyadi.

Makassar

Di Makassar, mahasiswa berunjuk rasa di bawah flyover Jalan AP Pettarani–Jalan Urip Sumoharjo. Mereka memberikan nilai "11 dari 100" untuk kinerja pemerintah. Aksi tersebut bertepatan dengan batalnya kunjungan kerja Presiden Prabowo.

Malang

Sementara itu, ratusan mahasiswa dari Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi di depan Balai Kota dan Alun-Alun Malang. Mereka mengenakan pakaian serba hitam di tengah hujan deras. Selain penanganan karhutla, massa juga menuntut keadilan untuk Tragedi Kanjuruhan.

Purwokerto

Di Purwokerto, sekitar 300 warga mengikuti Aksi Rakyat Banyumas (ARB) di alun-alun. Mereka menuntut pengaktifan kembali Universal Health Coverage (UHC) dan BPJS PBI. Pada akhirnya, Bupati Banyumas menandatangani pakta integritas sebagai hasil aksi tersebut.

Sumber

BBC News Indonesia — Demo di Bundaran HI digelar mahasiswa dan warga sipil lainnya – 'Kita tunjukkan situasi tidak baik-baik saja'
Tempo.co — Demo Hari Sumpah Pemuda Bawa 5 Tuntutan
Instagram @narasinewsroom

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru