Beranda / Nasional / Kepala BNPB dan Gubernur Lampung Tinjau Karhutla Way Kambas, Ratusan Personel Dikerahkan 

Kepala BNPB dan Gubernur Lampung Tinjau Karhutla Way Kambas, Ratusan Personel Dikerahkan 

PENINJAUAN KARHUTLA: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi saat meninjau lokasi kebakaran di Taman Nasional Way Kambas. (Sumber Foto: Tribun Lampung)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, mendapat penanganan intensif dari pemerintah pusat dan daerah. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala BNPB memantau penanganan karhutla di TNWK, di mana sekitar 30 hingga 40 hektare area masih terindikasi terbakar atau mengeluarkan asap. Data Balai TNWK mencatat sekitar 7.000 hektare lahan telah terdampak dalam 21 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Sementara itu, RRI.co.id melaporkan bahwa Gubernur Lampung mempercepat pemadaman api dengan mengerahkan personel dan peralatan bersama BNPB. Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga sekitar yang terdampak oleh kabut asap akibat kebakaran tersebut.

Dalam pemberitaannya, detikNews menyebutkan bahwa operasi pemadaman dari udara dilakukan menggunakan helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L melalui pengerahan water bombing. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) turut dijalankan menggunakan pesawat Cessna Caravan untuk menyemai garam di wilayah TNWK guna memicu hujan buatan.

Petugas gabungan yang melibatkan sekitar 350 hingga 360 personel dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan mitra konservasi dikerahkan di lapangan. Tim darat dibagi ke dalam beberapa sektor operasional, termasuk menggelar selang air sepanjang tiga kilometer untuk mengatasi kendala jauhnya sumber air.

Di sisi lain, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah tantangan berat. Faktor cuaca seperti angin kencang, vegetasi yang rapat dan kering, serta karakteristik lahan gambut membuat api di lapisan bawah tanah berpotensi bertahan dan kembali menyala meskipun telah disiram.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor jika menemukan titik api. Sinergi antara pusat dan daerah diharapkan mampu menekan perluasan karhutla demi melindungi kelestarian ekosistem serta keselamatan habitat satwa di Way Kambas.

Gimana tanggapan kamu soal upaya pemadaman dan perlindungan ekosistem di Way Kambas ini, Wavers? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!

 

Sumber Berita:

Kompas.com: https://regional.kompas.com/read/2026/10/25/070648178/kepala-bnpb-pantau-kebakaran-tn-way-kambas-30-hektar-masih-terbakar

RRI.co.id: https://rri.co.id/regional/2839909/gubernur-lampung-percepat-pemadaman-karhutla-di-taman-nasional-way-kambas

detikNews: https://news.detik.com/berita/d-8722836/bnpb-kerahkan-heli-water-bombing-padamkan-karhutla-way-kambas-lampung

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru